Jokowi Bangga 970 Personil Tentara Perdamaian Dunia Gunakan Alutsita Dalam Negeri

Foto: istimewa
Total Views : 247
Zoom In Zoom Out Read Later Print

‎Presiden Joko Widodo melepas 850 Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjalankan misi perdamaian di Kongo dan Lebanon, selama satu tahun.

Menaiki Panser Anoa, Presiden Jokowi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jumat (31/8), melepas 970 personel TNI yang akan menjadi tentara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kongo dan Lebanon.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyatakan kebanggaannya, karena personil TNI yang ditugaskan sebagai penjaga perdamaian ini menggunakan persenjataan produk dalam negeri.

"Personel TNI yang bertugas bisa menunjukkan kepada dunia keandalan alutsista Indonesia," ucap Presiden Jokowi.

Kebanggaan juga diucapkan presiden kepada Tim Satuan Tugas Rapidly Deployable Battalion Kontingen Garuda XXXIX-A yang ditugaskan di Kongo dan Marine Task Force (MTF) XXVII-K Unifil yang bertugas di Lebanon.

"Indonesia berbangga. Bukan hanya bangga atas prestasi atlet di Asian Games dan raihan 30 medali emas. Tapi juga bangga akan melepas Kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Republik Kongo dan Republik Lebanon," ucap Jokowi.

Kepala Bidang Penerangan Internasional Puspen TNI Letkol Laut Hilonan Agus Cahyono menjelaskan, Satgas RDB Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo berjumlah 850 personel. Mereka terdiri dari seluruh matra yang ada di TNI.

Sedangkan Satgas MTF Kontingen Garuda XXVIII-K Lebanon berjumlah 120 personel dari matra TNI AL.

Upacara pelepasan personil perdamaian dunia ini digelar di lapangan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Index

Video Terbaru