Presiden Jokowi Dapat Anugerah Medali Kemerdekaan Pers

tempo.co
Total Views : 99
Zoom In Zoom Out Read Later Print

Pemerintahan Jokowi selama ini dinilai sangat menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers, termasuk menerima segala kritik konstruktif sebagai bentuk kontrol sosial.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mendapat Anugerah Medali Kemerdekaan Pers, saat puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Sabtu (9/2).

Medali yang diserahkan Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo ini,  merupakan bentuk penghargaan tertinggi insan pers Indonesia terhadap Presiden Jokowi yang sangat berjasa mengembangkan pers nasional.

Pemerintahan Jokowi selama ini dinilai sangat menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers, termasuk menerima segala kritik konstruktif sebagai bentuk kontrol sosial.

'Ini merupakan bagian dari apresiasi masyrakat Pers Indonesia kepada Presiden Jokowi yang sangat berperan di dunia pers selama ini," ucap Yosep.

Presiden Jokowi menyampaikan terimakasih atas penghargaan yang diberikan dan mengajak seluruh insan pers di negeri ini untuk menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya.

'Saya mengajak pers terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya, serta  tetap mengedukasi masyarakat," ucap Jokowi.

 

Pers dan Medsos

Pada kesempatan ini,  Presiden Jokowi menyatakan kebanggaannya kepada produk Pers Indonesia yang tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat di tengah era media sosial (medsos).

Pada era media sosial,menurut Jokowi, setiap orang  dapat bekerja sebagai jurnalis, tetapi tidak sedikit yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.

"Sekarang setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemimpin redaksi, tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme," tegasnya.

Karena itu,  lanjut Jokowi,  dirinya merasa bangga dengan media konvensional yang tetap mendapat tingkat kepercayaan tinggi dari masyarakat ketimbang medsos.

Menurut Jokowi, tidak mudah membuat publik percaya di tengah persaingan media sosial yang marak dengan suguhan-suguhan informasinya saat ini.

Jokowi membeberkan, pada 2016 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional 59 persen dan 45 persen ke media sosial, kemudian pada 2017 mencapai 58 persen terhadap media konvensional dan 42 persen ke media sosial.

Pada 2018, tingkat kepercayaan masyarakqt terhadap media konvensional melonjak jadi 63 persen dan media sosial 37 persen.

"Dari data itu, semakin ke sini semakin besar kepercayaan publik. Ini harus dipertahankan," tandas Jokowi.

Index

Video Terbaru