Survey Membuktikan, Jokowi Lebih Unggul

Gatra
Total Views : 95
Zoom In Zoom Out Read Later Print

Lembaga Survei Cyrus Network merilis, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen

Pasangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Maruf, terbukti masih unggul dari lawannya Prabowo-Sandi. Setidaknya,  itulah hasil penelitian beberapa lembaga survey dari dalam dan luar negeri.

Empat lembaga survey di negeri ini menyebutkan bahwa elektabilitas atau tingkat keterpilihan Jokowi-Maruf pada Pilpres,  April nanti lebih tinggi dari Prabowo Sandi.

Lembaga Survei Cyrus Network merilis,  elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen.

Survei dilakukan pada 18  hingga 23 Januari 2019, dengan melibatkan 1.230 orang di 34 provinsi,  menggunakan menggunakan sistemmultistage random sampling dan menggunakan wawancara tatap muka.
Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Lembaga penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA juga merilis hasil survey yang mereka lakukan pada 18-25 Januari 2019.

Menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah 1.200 responden,  hasil survey LSI menyebutkan bahwa elektabilitas Jokowi-Maruf mencapai 54,8 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,0 persen. Adapun  yang masih belum memutuskan, atau rahasia, maupun tidak tahu dan tidak jawab, sebesar 14,2 persen.

Sementara Media Survei Nasional (Median) merilis, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf mencapai 47,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen.

Survei  Median dilakukan pada 6 hingga 15 Januari 2019 dengan 1.500 responden yang tersebar di semua provinsi. Margin of error +- 2,5 persen.

Pasangan Jokowi-Maruf juga masih lebih unggul dibanding Prabowo - Sandi,  menurut hasil survey yang dilakukan Lembaga survei Celebes Research Center (CRC) pada 23-31 Januari 2019.

Dari hasil survey CRC terhadap  1.200 responden, pasangan Jokowi-Maruf meraih  56,1 persen, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya 31,7 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen.

Jokowi Bakal Terpilih Kembali


Bukan cuma lembaga survey dalam negeri yang memprediksi Jokowi akan kembali terpilih pada Pilpres 17 April nanti. Lembaga Survey dari Australia,  Roy Morgan juga menyebutkan hal serupa.

Dalam website resminya, www.roymorgan.com, pada 1 Maret 2019 lalu,  Lembaga survey ini menuliskan
Jokowi mengantongi suara 58 persen pada periode Januari 2019. Sedangkan  Prabowo 42 persen.

CEO Roy Morgan, Michele Levine dalam situsnya mengatakan bahwa Indonesia akan kembali memilih patahana Jokowi untuk menjabat di periode keduanya sebagai Presiden.

Dari lokasi asal pemilih, menurut  hasil survey Roy Morgan , Jokowi mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat di pedesaan dengan 63,5 persen. Sementara, Prabowo hanya mengantongi 36,5 persen suara. Sementara di wilayah perkotaan, elektabilitas Jokowi dan Prabowo bersaing ketat.

Dari kategori gender, suara Jokowi ternyata unggul cukup jauh dari Prabowo. Jokowi didukung sekitar 61 persen pemilih perempuan, berbanding Prabowo 39 persen.

Jokowi juga menang cukup telak atas Prabowo berdasarkan kategori usia pemilih. Survey Roy Morgan menyebutkan,  berdasarkan usia p|milih 25-34 tahun Jokowi di angka 61,5 persen berbanding Prabowo 38,5 persen, pemilih usia 35-49 tahun, Jokowi 59,5 persen dan Prabowo berbanding 40,5 persen. Pemilih usia 50 tahun ke atas, Jokowi 58,5 persen berbanding Prabowo 41,4 persen.

Keterpilihan Jokowi,  menurut survey Roy Morgan, juga dipengaruhi apiknya kinerja pemerintah di sektor ekonomi dalam 5 tahun terakhir.

Salah satunya keterlibatan Indonesia menjadi negara ekonomi G20 terbaik kedua di bawah China. Dengan bukti, rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen selama periode pertama Jokowi.

"Kinerja kuat ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir dan kepercayaan luar biasa yang diungkapkan oleh orang Indonesia sehari-hari selama tahun lalu tentu saja merupakan petunjuk kuat bagi keberhasilan kepemimpinan politik Presiden Jokowi, ' tandas Michele.

Survey terkait Pilpres ini dilakukan Lembaga Survey Roy Morgan pada Januari 2019, dengan sampel 1.039 pemilih berusia 17 tahun ke atas,  dengan metode wawancara tatap muka di 17 Provinsi.

Index

Video Terbaru